Friday, January 8, 2016

Bijak, Pintar atau Cinta??

Bijak mengeluarkan kalimat, bijak menggunakan omong, bijak menggunakan kata, bijak menggunakan tindak, bijak menggunakan tingkahlaku, bijak menggunakan dirimu siapa, dimana, kemana, untuk apa??
Tapi, perlukah pintar dalam sebuah kebijakan?
Jika bijak dan pintar sama-sama dibutuhkan, perlu dong kita bijak menggunakan pintar, & pintar-pintar menggunakan bijak. How??

Let's see💃


Bijak tanpa cinta "Bohong".
Cinta tanpa Bijak "Bohong".
Bijak tanpa pintar "Bohong".
Pintar tanpa bijak "Bohong".
Bijak tanpa tindak  "Bohong"
Tindak tanpa bijak "Bohong".

Cinta harus bijak agar Cintamu dihargai,
Bijak harus dengan cinta agar kamu mendapat Kasih,
Pintar harus bijak agar kamu berkualitas,
Bijak harus pintar agar kamu layak,
Bijak harus tindak agar kamu dipercaya,
Tindak harus bijak agar kamu mendapat Cinta.

Kadang kamu terlalu bijak berbicara tentang cinta yang sempurna, tapi kamu juga terlalu pintar dalam mengambil keputusan atas nama cinta & mengabaikan nurani yang lebih  mengerti tentang cinta yang bijak.

Harus bijak untuk peka terhadap setiap perjumpaan pasti kan berlalu agar kelak kamu terlalu pintar untuk mengindahkan sebuah perpisahan.

Kepekaan terhadap keadaan adalah rasa mengasihi yg tulus paling mndasar. Kepekaan terhadap cinta yg benar itu Harus, dan kamu harus cukup pintar untuk bijak membedakan cinta yg rasional atau emosional.

Harus pintar untuk menyadari apa alasanmu untukmu harus terus bahagia di bumi ini agar kamu jangan lupa daratan.

Orang bijak dimana-mana,
orang pintar dimana-mana,
Orang pintar jarang menggunakan cinta yang bijak,
Orang bijak jarang menggunakan cinta dengan pintar,
Cinta yang bijak, cinta yang pintar, cinta yang cinta.
Haruskah cinta tanpa bijak, tanpa pintar?? Cinta ya cukup cinta. Cinta memang tak bersyarat.

Kamu terlihat bodoh saat kamu merasa pintar Karena kamu tidak terlihat bijak.
Kamu terlihat kagum saat kamu  merasa bijak tapi tindakmu tanpa cinta.

Cukupkan dirimu dengan cinta yang bijak agar cinta yang lain tak perlu pintar untuk memilihmu dengan cinta yg bijak pula.

Tulisan yang bijak, tulisan yang pintar, tulisan yang cinta, nyata yang Kasih.

Cinta dengan bijak, cinta yang tidak mengharapkan cintanya kembali. Cukupkan cintamu dengan cinta tanpa imbalan.

Jatuh Cinta tidak perlu kata bijak Pak Mario Teguh, Pak Mario Teguh tak perlu merangkai kata bijak atas nama cinta. Cinta itu benar adanya jika memang ia tak memandang cinta itu sebagai kata-kata.


No comments:

Post a Comment